Berapa sih margin sebenarnya jualan di Shopee dan TikTok Shop?
Komisi, biaya admin, ongkir subsidi, dan biaya yang sering lupa dihitung — contoh perhitungan margin bersih per produk di dua marketplace terbesar.
Banyak penjual tahu omzetnya, tapi tidak tahu margin sebenarnya per produk. Selisihnya biasanya bersembunyi di biaya-biaya yang baru terasa saat pencairan dana: komisi, biaya admin, ongkir yang disubsidi, dan retur.
Biaya yang sering bocor diam-diam
- Komisi & biaya layanan — berbeda per kategori dan program (Mall, affiliate, coin).
- Ongkir subsidi — potongan ongkir yang Anda tanggung saat ikut program gratis ongkir.
- Biaya admin pencairan — kecil, tapi kalau pencairan sering, jumlahnya nyata.
- Retur & pembatalan — produk kembali tidak selalu layak jual lagi.
- Biaya kemasan — sering dianggap “sudah termasuk”, padahal makan 2–5% harga jual.
Contoh sederhana
Produk dengan harga jual Rp 89.000:
| Pos | Nilai |
|---|---|
| Harga jual | Rp 89.000 |
| Modal + kemasan | Rp 52.000 |
| Komisi + biaya layanan (±6%) | Rp 5.300 |
| Ongkir subsidi tanggungan penjual | Rp 3.600 |
| Margin bersih | Rp 28.100 (±31%) |
Angka ini baru satu produk, satu skenario promo. Saat flash sale, diskon affiliate, atau program coin aktif, margin bisa berubah signifikan — itulah kenapa harga perlu dicek ulang tiap skenario, bukan sekali setel lalu lupa.
Hitung sendiri dalam hitungan detik
Kami membangun Marginly persis untuk ini: masukkan modal dan target profit, lalu harga jual idealnya keluar lengkap dengan rincian fee tiap marketplace — Shopee dan TikTok Shop dipisah.
Kalau Anda butuh lebih dari kalkulator — misalnya melihat margin per kategori sepanjang waktu, atau tren mana produk yang menyerap biaya — itu wilayah Marketplace Business Analytics yang sedang kami bangun. Daftar waitlist untuk jadi yang pertama tahu saat rilis.